Saat SMP diawal aku belajar ditahun ketiga aku mengalami kesulitan dalam belajar ,padahal awalnya aku sangat bersemangat di tahun ketiga ini karena itu tahun dimana aku akan lulus ,tapi nyali ku ciut saat di suruh guru untuk membeli lks atau lembar kerja siswa ditiap pelajarannya tidak seperti tahun tahun sebelumnya guru tidak menyuruh membeli lks karena belajar melalui buku paket . kini mereka menekankan pelajaran tidak pada paket saja tapi Lks ,baik itu ulangan maupun pr pasti bersumber dari lks.
,harga satu Lks adalah enam ribu dengan mata pelajaran yang lebih dari sepuluh itu aku tidak mungkin bisa membeli semuanya .pada saat itu bekal sekolahku saja 3000 dua ribu untuk ongkos pulang pergi ,dan sisanya 1000 untuk jajan di sekolah dan dirumah ,karena jika pulang sekolah ibuku jarang memberi uang jajan .alhasil untuk membeli satu lks aku sampai enam hari tidak jajan disekolah saat istiraht dimana teman temanku menikmati makan dikantin aku hanya bisa gigit jari ,aku tidak cerita pada mereka kalau aku tidak jajan karena untuk membeli lks ,aku tahan rasa lapar di perutku dan akhirnya bisa membeli dua lks meski harus dua minggu tidak jajan ,selain itu karena ada rejeki ibuku sempat membelikanku satu lks juga ,aku sangat bersyukur meski hanya satu.untuk lks lain aku mencoba mencatatnya di buku jika ada pr atau ulangan dengan cara meminjam teman,untung temanku baik ia mau meminjamkan aku lks meski dengan syarat aku harus mengisi lksnya juga. tapi aku tak gentar setiap malam aku salin Lks yang diperlukan , walau tanganku sampai pegal aku tidak peduli.
Aku masih ingat saat itu dimana Guru biologi secara mendadak menyuruh kami mengisi lks dalam waktu setengah jam unutk pengganti ulangan yang minggu sebelumnya tertunda ,aku jelas kalang kabut aku tidak bisa sepenuhnya menulis lks di bukuku karena teman temanku sibuk mengisi Lks mereka masing masing tapi aku tak gentar sedikit demi sedikit aku menulis di buku soal yang bisa aku lihat dari teman sebangkuku.namun sayang dengan soal sebanyak itu aku tak selesai mengerjakannya bahkan Guru Biologi yang tak lain adalah wali kelasku sepanjang aku menulis memperhatikanku yang ia ketahui aku salah satu murid yang tak punya lks biologi.Temanku yang lain berhasil menyelesaikan semua soal tapi aku hanya setengahnya.sedih juga sih...
Tapi itulah resiko yang harus kuhadapi karena tak punya lks.
Aku yang sedang duduk di depan kelas saat istirahat terkejut dengan kedatangan teman sekelasku yang baru keluar dari ruang guru kemudian menyerahkan sebuah lks biologi padaku ,katanya tadi saat di ruang Guru ,Ibu guru Biologiku memintanya untuk memberikan lks biologi padaku.jujur saat itu aku sangat senang bercampur terharu,ternyata Masih ada yang peduli padaku.Mungkin Ibu Guru berinisial E itu merasa kasian padaku saat dikelas yang berusaha untuk menyalin lks .Aku langsung bersyukur dan segera mengucap terima kasih pada Ibu E , Dengan satu lks itu saja aku merasa terdorong untuk belajar lebih giat lagi .Aku bertekad untuk buktikan meski aku tidak mempunyai semua lks tapi nilaiku harus lebih bagus dari teman temanku yang lain.Semangat !
Jika kalian masih bisa di belikan lks oleh orangtua kalian ,bersyukur dan manfaatkanlah .karena jika orangtua kita dengan susah payah membelikan lks untuk kalian ,tapi kalian tidak memakainya untuk belajar ibaratnya seperti membuang uang saja.
Terkadang aku suka sedih dan marah kalau melihat seorang siswa yang membiarkan Lks nya begitu saja tanpa dibaca maupun diisi ,padahal banyak uang yang orangtua mereka keluarkan untuk membelinya,apalagi lks jaman sekarang sangat mahal ,tentu kalian tidak akan mau membuat uang keringat orang tua kalian terbuang percuma jadi manfaatkanlah apa yang kalian punya ,selagi kalian mampu mendapatkannya .
Sekali lagi, Semangat!
Selasa, 02 Agustus 2011
Sepatu Bercat Putih
Ini adalah kisahku,semoga dengan membacanya kalian akan mendapatkan banyak Hikmah.
Saat aku duduk di bangku Sekolah menengah pertama ,sekolah kami akan mengikuti lomba LTUB sejenis lomba upacara antar sekolah.,Jadi setiap pulang sekolah kami harus melakukan latihan ,bayangkan di tengah hari yang panas kami harus berdiri tegap tanpa banyak bergerak di tengah lapangan ,Demi terjaganya kerapihan para siswa diharuskan memakai atribut sekolah lengkap termasuk harus memakai sepatu bertali sejenis NB berwarna Hitam putih .kala itu kondisi sepatuku tidak memungkinkan sudah warnanya hitam semua, sudah dekil lagi. itu juga sepatuku satu satunya semenjak aku masuk sekolah .itulah sepatu yang menemani langkahku ke sekolah .
Aku utarakan niatku pada kedua orangtuaku untuk membeli sepatu yang baru ,namun sesuai dugaan orangtuaku yang berpenghasilan pas pasan tak sanggup membeliknanku sepatu,aku tahu diri untuk tidak memaksanya.jangankan sepatu, seragam putihku saja sudah tiga tahun ini tak pernah diganti sampai warnanya menguning .
Hingga munculah ide bapaku untuk mengecat pinggiran karet sepatuku agar terlihat seperti hitam putih.Aku menurut saja .dengan langkah ragu aku memakai sepatu bercat itu ,benar saja teman temanku jelas memandangi sepatuku dengan tatapan aneh mereka bertanya pula kenapa sepatuku seperti itu,
Meski mereka tak bermaksud untuk menghinaku yang tak mampu membeli sepatu baru tapi saat itu aku merasa dikucilkan dan merasa sedih apalagi saat melihat kondisi sepatuku makin parah karena ternyata cat yang menutupi sepatuku mengelupas dan malah makin membuat dekil sepatuku.Sepulang sekolah aku merengek menangis ingin dibelikan sepatu baru.Ibuku yang jelas sayang padaku dan tak tega juga akhirnya bisa membelikanku sepatu baru meski harus meminjam uang dari tetangga .
Jujur aku merasa sedih di sisi lain aku merasa kasian pada orangtuaku disisi lain aku sebagai anak remaja tidak mau diremehkan teman teman .
Setidaknya kami akhirnya memenangkan Lomba Itu.meski harus berkorban untuk mendapatkan sepatu baru.
Teman teman yang punya banyak sepatu atau sepatu bagus bersyukurlah kalian setidaknya kalian masih punya, karena masih banyak anak yang kekurangan di luar sana dan jangan menghina teman kalian yang memiliki sesuatu barang yang kurang karena jika kalian menjadi mereka tentu rasanya pasti sakit .semangat !
Saat aku duduk di bangku Sekolah menengah pertama ,sekolah kami akan mengikuti lomba LTUB sejenis lomba upacara antar sekolah.,Jadi setiap pulang sekolah kami harus melakukan latihan ,bayangkan di tengah hari yang panas kami harus berdiri tegap tanpa banyak bergerak di tengah lapangan ,Demi terjaganya kerapihan para siswa diharuskan memakai atribut sekolah lengkap termasuk harus memakai sepatu bertali sejenis NB berwarna Hitam putih .kala itu kondisi sepatuku tidak memungkinkan sudah warnanya hitam semua, sudah dekil lagi. itu juga sepatuku satu satunya semenjak aku masuk sekolah .itulah sepatu yang menemani langkahku ke sekolah .
Aku utarakan niatku pada kedua orangtuaku untuk membeli sepatu yang baru ,namun sesuai dugaan orangtuaku yang berpenghasilan pas pasan tak sanggup membeliknanku sepatu,aku tahu diri untuk tidak memaksanya.jangankan sepatu, seragam putihku saja sudah tiga tahun ini tak pernah diganti sampai warnanya menguning .
Hingga munculah ide bapaku untuk mengecat pinggiran karet sepatuku agar terlihat seperti hitam putih.Aku menurut saja .dengan langkah ragu aku memakai sepatu bercat itu ,benar saja teman temanku jelas memandangi sepatuku dengan tatapan aneh mereka bertanya pula kenapa sepatuku seperti itu,
Meski mereka tak bermaksud untuk menghinaku yang tak mampu membeli sepatu baru tapi saat itu aku merasa dikucilkan dan merasa sedih apalagi saat melihat kondisi sepatuku makin parah karena ternyata cat yang menutupi sepatuku mengelupas dan malah makin membuat dekil sepatuku.Sepulang sekolah aku merengek menangis ingin dibelikan sepatu baru.Ibuku yang jelas sayang padaku dan tak tega juga akhirnya bisa membelikanku sepatu baru meski harus meminjam uang dari tetangga .
Jujur aku merasa sedih di sisi lain aku merasa kasian pada orangtuaku disisi lain aku sebagai anak remaja tidak mau diremehkan teman teman .
Setidaknya kami akhirnya memenangkan Lomba Itu.meski harus berkorban untuk mendapatkan sepatu baru.
Teman teman yang punya banyak sepatu atau sepatu bagus bersyukurlah kalian setidaknya kalian masih punya, karena masih banyak anak yang kekurangan di luar sana dan jangan menghina teman kalian yang memiliki sesuatu barang yang kurang karena jika kalian menjadi mereka tentu rasanya pasti sakit .semangat !
Langganan:
Postingan (Atom)
